Bertemu Pimpinan Junta Militer Myanmar, Palang Merah Internasional Desak Aksi Kekerasan terhadap Warga Sipil Dihentikan

Diposting pada

3 Juni 2021 20:35 WIB

Presiden Komisi Palang Merah Internasional pada Kamis (3/6) bertemu dengan pemimpin junta militer Myanmar Min Aung Hlaing

Pemimpin Militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing (RT.com)

YANGON, JITUNEWS.COM – Presiden Komisi Palang Merah Internasional (ICRC) Peter Maurer pada Kamis (3/6) bertemu dengan pemimpin junta militer Myanmar Jenderal Min Aung Hlaing untuk meminta agar tim ICRC diberikan akses untuk mengunjungi fasilitas penjara dan ke sejumlah area konflik. Hal tersebut dilaporkan oleh media Jepang, Nikkei mengutip seorang narasumber anonim mereka.

Menurut narasumber Nikkei, pemimpin junta militer Myanmar tidak menolak permintaan ICRC tersebut.

“Maurer juga mendesak dihentikannya tindak kekerasan terhadap warga sipil serta para petugas medis selama digelarnya operasi keamanan oleh junta militer,” kata narasumber Nikkei tersebut, dikutip CNA.

WHO Sebut 200 Ribu Warga Palestina Perlu Bantuan Kesehatan

Seperti diketahui, menurut laporan kelompok aktivis AAPP, lebih dari 840 warga sipil telah terbunuh oleh pasukan militer pasca aksi kudeta 1 Februari. Sedangkan junta militer mengatakan bahwa jumlah korban tewas sebenarnya lebih sedikit dari yang dilaporkan.

Aksi pengambil-alihan pemerintah melalui kudeta yang dilakukan oleh junta militer pada 1 Februari lalu telah memicu protes dari sebagian besar masyarakat Myanmar. Warga sipil terus menggelar aksi protes harian, diikuti dengan gerakan pembangkangan secara massal sehingga perekonomian Myanmar benar-benar lumpuh. Situasi krisis politik tersebut kian memburuk usai belasan kelompok separatis bersenjata mendukung warga sipil dalam melawan junta militer.

 

Otoritas Singapura Khawatir dengan Kasus Infeksi Covid-19 yang Tidak Dilaporkan

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *