Dukung Indonesia Capai Net Zero Emission, Kementerian ESDM Susun Strategi Ini

Diposting pada

2 Juni 2021 14:58 WIB

Kementerian ESDM tengah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menyusun komitmen net zero emission Indonesia

Indonesia berkomitmen capai net zero emission (esdm.go.id)

JAKARTA, JITUNEWS.COM –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa Pemerintah Indonesia saat ini berkomitmen untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebagaimana yang dituangkan dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Hal tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan Y.M. Alok Sharma COP 26 President Designate Pemerintah UK dan Owen Jenkins, Duta Besar UK untuk Indonesia dan Timor Timur pada Senin (31/5/2021).

Arifin Tasrif mengatakan bahwa upaya yang dilakukan Kementerian ESDM untuk mencapai tujuan net zero emissioan yaitu dengan menyusun beberapa strategi. Strategi tersebut antaranya yaitu mandatori biodiesel, co-firing PLTU, pemanfaatan Refuse Derived Fuel (RDF), penggantian diesel dengan pembangkit listrik energi terbarukan, termasukan yang berbasis hayati, pemanfaatan non listrik/non biufuel seperti briket, dan pengeringan hasil pertanian dan biogas.

Lebih lanjut, Arifin Tasrif juga mengatakan bahwa saat ini Kementerian ESDM tengah bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam menyusun komitmen net zero emission Indonesia, khususnya program penurunan emisi di bidang pembangkit ketenagalistrikan.

Tahun 2020, Kementerian ESDM Tetapkan Program dan Kebijakan Strategis Prioritas, Ini Daftarnya

“Implementasi program tersebut antara lain melalui penghentian pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU ) sebanyak 53 GW antara tahun 2025- 2045,” ujar Menteri Arifin.

Diketahui, Pemerintah Indonesia saat ini juga tengah menyusun Grand Strategy Energy untuk pengembangan sektor energi dalam mencapai target ideal dalam hal ketahanan energi, bauran energi, dan pengurangan emisi. Grand Strategy menekankan pada strategi untuk memenuhi permintaan energi nasional, guna meningkatkan neraca perdagangan, serta mengembangkan infrastruktur energi. Targetnya yaitu mempercepat penggunaan pembangkit listrik energi terbarukan dengan kapasitas tambahan sekitar 38 GW pada 2035, di mana Solar PV diprioritaskan mengingat biaya investasinya yang relatif lebih murah dan durasi pemasangan yang singkat.

 

Ekonomi Tiongkok Beranjak Pulih, HBA Januari Naik ke USD75,84 Per Ton

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *