Ganjar Disebut Tak Disukai DPC Se-Jateng, Pengamat: Bisa Dilhat dari Pilgub 2018

Diposting pada

Kemenangan Ganjar di Pilgub 2018 tidak lepas dari dukungan yang diperoleh Gus Yasin

JAKARTA, JITUNEWS.COM –  Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs Ahmad Khoirul Umam menilai PDIP akan merugi apabila melepas Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, meskipun tidak disukai oleh pengurus dewan pimpinan cabang (DPC) PDIP se-Jateng. Hal tersebut ia sampaikan menanggap pernyataan Ketua Bapilu PDIP Bambang Wuryanto yang mempersilahkan Ganjar hengkang dari PDP

Umam mengatakan bahwa ketidaksukaan pengurus DPC PDIP Jateng terhadap
Ganjar sudah berlangsung lama. Ia bahkan mengatakan ketidaksukaan tersebut terlihat jelas pada Pemilihan Gubernur 2018 yang lalu.

“Memang, soal pengurus DPD Jateng dan DPC se-Jateng tidak suka sama Ganjar ini memang sudah lama. Bahkan sejak Ganjar menjadi gubernur periode pertama,” kata Umam kepada wartawan, Minggu (30/5/2021).

Koalisi PDIP-Demokrat di Pilpres 2024 Mustahil, Andi Arief: Sama Saja Bunuh Diri

Ia mengatakan bahwa kemenangan Ganjar di Pilgub 2018 tidak lepas dari dukungan yang diperoleh Gus Yasin. Ia menyebut dukungan banyak berasal dari santri-santri ayah Gus Yasin yakni KH Maimun Zubair atau Mbah Moen.

“Maka sebenarnya kemenangan Ganjar di Pilgub 2018 juga banyak di-support oleh suara Gus Yasin (santri-santri Mbah Maemun Zubair, Rembang). Hal itu bisa kita lihat dari hasil perolehan suara Ganjar dalam Pilgub 2018 sebanyak 58 persen, sedangkan sang penantang Sudirman Said-Ida Fauziyah memperoleh 41 persen. Bagi seorang inkumben yang didukung PDIP di Jawa Tengah, memperoleh 58 persen menurut saya sangat sedikit,” ujar Umam.

Lebh lanjut, Umam menilai bahwa konflik yang terjadi antara Ganjar degan internal PDIP merupakan ujian bagi Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri. Ia melihat konflik tersebut akan menyita kebijaksanaan Megawati.

“Dinamika politik internal PDIP ini adalah ujian nyata bagi kebijaksanaan politik Megawati sebagai Ketua Umum PDIP untuk menjawab prasangka-prasangka yang berkembang di tengah masyarakat, apakah akan membela kader yang berkembang di partainya ataukah mengamini apa yang menjadi pandangan dan kehendak putrinya,” pungkasnya.

PDIP Sebut Tak Mungkin Berkoalisi dengan PKS, Mardani: Malah Bagus

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *