Geram Novel dkk Dinonaktifkan, Faisal Basri: Ayok Boikot Bank BUMN-Non BUMN yang…

Diposting pada

13 Mei 2021 14:30 WIB

Faisal Basri mengajak masyarakat Indonesia untuk melawan tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)

Politikus dan ekonom Faisal Basri (sidomi.com)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Ekonom senior Faisal Basri mengaku geram dengan penonaktifan Novel Baswedan bersama 74 pegawai KPK lainnya yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan untuk alih status sebagai aparatur sipil negara (ASN) KPK. Menurutnya, hal tersebut bukti bahwa moral di rezim ini sudah bangkrut.

“Rezim ini secara moral sudah bangkrut. Amanat reformasi sudah kandas. Hanya ada satu kata: LAWAN!!!” cuit Faisal di akun Twitter pribadinya @FaisalBasri yang dikutip Kamis (13/5/2021).

Faisal Basri mengajak masyarakat Indonesia untuk melawan tindakan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dengan cara tidak membeli ataupun menjual saham yang ada di perusahaan yang sarat praktik KKN.

Novel Baswedan: Perjuangan Antikorupsi Dimusuhi di Negeri Sendiri Justru Dihormati di Internasional

“Jangan beli saham perusahaan yang dikuasai oligarki dan sarat dengan praktik KKN. Kalau masih punya saham mereka: jual segera,” seru Faisal Basri.

Lebih lanjut, Faisal Basri mengajak masyarakat untuk memboikot bank-bank BUMN maupun bank non BUMN yang masih membiayai perusahaan yang dikuasai oleh oligarki.

“(Ayok) Kita boikot bank-bank BUMN maupun non-BUMN yang masih dan akan terus membiayai perusahaan para oligark, terutama perusahaan tambang batu bara yang sangat tidak ramah lingkungan. Saya akan mulai dari diri saya sendiri dengan menarik seluruh uang yang ada di bank-bank itu,” ujarnya.

“Saya sudah mulai menarik seluruh saldo yang bisa ditarik di satu bank BUMN. Dua bank BUMN lagi menyusul,” sambung Faisal Basri yang bertindak sebagai pelopor.

Minta 75 Pegawai KPK yang Tak Lolos Tes Jadi PPPK, DPR: Sehingga Bisa Bantu Berantas Korupsi

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *