Kapal Perang AS Transit ke Selat Taiwan, China: Membahayakan Perdamaian dan Stabilitas

Diposting pada

China merasa terganggu dengan aktivitas militer Amerika Serikat yang beroperasi di Selat Taiwan

BEIJING, JITUNEWS.COM – China menuding Amerika Serikat telah mengancam perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan usai sebuah kapal perang AS kembali berlayar melalui wilayah perairan yang memisahkan Taiwan dengan China Daratan tersebut.

Juru bicara militer China mengatakan bahwa pihaknya sangat menentang dan mengecam tindakan AS tersebut, mengingat ketegangan dalam hubungan antara Beijing dan Washington saat ini semakin meningkat.

“Tindakan AS tersebut telah mengirimkan sinyal yang keliru kepada pasukan kemerdekaan Taiwan, mengganggu situasi kawasan dan membahayakan perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan,” katanya, dikutip Channel News Asia.

Australia Tetap Tak Ijinkan Warga ke Luar Negeri meski Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Ia menambahkan bahwa Angkatan Laut China saat ini tengah melacak dan memantau pergerakan kapal perang AS tersebut.

Sebelumnya, Armada Ke-7 Angkatan Laut AS mengatakan bahwa kapal perang mereka USS Curti Wilbur telah melakukan transit rutin melalui Selat Taiwan, dimana kegiatan tersebut tidak melanggar aturan hukum internasional.

“Transit yang dilakukan oleh kapal kami melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS terkait kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Militer Amerika akan terus terbang, berlayar dan beroperasi di semua tempat yang sesuai dengan aturan hukum internasional,” demikian pernyataan angkatan laut AS.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Taiwan juga mengatakan bahwa kapal perang AS tersebut berlayar melewati Selat Taiwan ke arah selatan dan “situasi tersebut sangat normal”.

Seperti diketahui, ketegangan antara Beijing dan Taipei semakin meningkat beberapa tahun belakangan ini, usai pemerintah Taiwan mengecam tindakan China yang mengirimkan pasukan Angkatan Udaranya menerobos masuk ke zona udara Taiwan, dimana hal tersebut dilakukan sebagai upaya intimidasi.

Sementara itu, China mengatakan bahwa aktivitas militernya di sekitar wilayah Taiwan bertujuan untuk melindungi kedaulatan nasional China.

 

Telepon Menlu Jerman, Blinken Tegas Bilang AS Menentang Proyek Nord Stream 2

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *