Menteri PPPA Sebut Sinetron ‘Suara Hati Istri: Zahra’ Langgar Hak Anak

Diposting pada

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) menanggapi soal sinetron Suara Hati Istri: Zahra. Menteri PPA, Bintang Puspayoga, mengatakan bahwa sinetron tersebut melanggar hak anak.

“Kemen PPPA menegaskan Sinetron ‘Suara Hati Istri: Zahra’ yang ditayangkan oleh media televisi Indosiar merupakan salah satu bentuk pelanggaran hak anak di mana anak berusia 15 tahun diberikan peran sebagai istri ketiga dan dipoligami,” kata Bintang dalam keterangan tertulis, Kamis (3/6).

Bintang mengatakan bahwa konten dalam sebuat acara harusnya mendukung pemerintah dalam upaya pemenuhan hak anak. Hal tersebut sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3&SPS).

Komitmen Banten Diharapkan Jadi Strategi Pembangunan PPPA di Era 4.0

“Konten apapun yang ditayangkan oleh media penyiaran jangan hanya dilihat dari sisi hiburan semata, tapi juga harus memberi informasi, mendidik, dan bermanfaat bagi masyarakat, terlebih bagi anak. Setiap tayangan harus ramah anak dan melindungi anak,” ujarnya.

Bintang mengatakan bahwa tayangan yang disiarkan oleh media elektronik harusnya mendukung program pemerintah dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan perkawinan anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pencegahan kekerasan seksual, dan edukasi pola pengasuhan orang tua yang benar.

“Sangat disayangkan sinetron tersebut tidak memerhatikan prinsip-prinsip pemenuhan hak anak dan perlindungan anak. Setiap tayangan harus tetap menghormati dan menjunjung tinggi hak anak-anak dan remaja, dan wajib mempertimbangkan keamanan dan masa depan anak-anak dan/atau remaja,” katanya.

Pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan sepakat untuk mengedukasi rumah produksi sinetron tersebut.

“Saya mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan oleh KPI. Kemen PPPA dan KPI juga sepakat dalam waktu dekat akan segera melakukan pertemuan dengan rumah produksi untuk memberikan edukasi terkait penyiaran ramah perempuan dan anak,” jelasnya.

Kemen PPPA Rilis Hasil Survei: Paling Banyak Pelaku Kekerasan Anak adalah Teman Sebaya dan Pacar

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *