Menteri PUPR Beberkan 3 Pembangunan Infrastruktur Utama untuk Dukung Kawasan Wisata Borobudur

Diposting pada

Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mengubah wajah kawasan Borobudur dan meningkatkan layanan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

MAGELANG, JITUNEWS.COM – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan penataan kawasan dan pembangunan infrastruktur permukiman yang serasi di Kawasan Borobudur sebagai Situs Warisan Budaya Dunia (World Heritage Site). Pembangunan infrastruktur diharapkan dapat mengubah wajah kawasan Borobudur dan meningkatkan layanan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pembangunan infrastruktur direncanakan secara terpadu mulai dari konektivitas, penyediaan air baku dan air bersih, pengelolaan sampah, sanitasi, hingga perbaikan hunian penduduk, melalui sebuah rencana induk pengembangan infrastruktur yang mempertimbangkan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa penataan kawasan DPSP Borobudur memerlukan penanganan berkelanjutan dengan memperhatikan rencana induk secara terpadu. Ia juga meminta agar penataan Kawasan Borobudur disesuiakan dengan arsitektur Jawa.

Dukung Kelancaran Logistik NTT, Kementerian PUPR Selesaikan Jembatan Sementara Benanain Awal Juni 2021

“Untuk itu diperlukan sinergi yang baik antara Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah sehingga diharapkan Destinasti Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Borobudur menjadi pariwisata berkualitas,” katanya pada Rapat Koordinasi pengembangan DPSP Borobudur di Magelang, Kamis (20/5/2021).

Pada kesempatan yang sama, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan ada 3 (tiga) hal untuk mendukung kawasan sekitar Candi Borobudur. Pertama yaitu akses jalan tol maupun non tol, sehingga akan mempermudah wisatawan menuju kawasan pariwisata Borobudur,” ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai akan mengubah wajah kawasan,” terangnya.

Kedua, Kementerian PUPR akan memberikan bantuan berupa pembangunan 785 pondok wisata (homestay). Menteri Basuki mengatakan bahwa bantuan diberikan untuk meningkatkan kualitas rumah masyarakat di sepanjang koridor tempat pariwisata. Pondok wisata tersebut diharapkan dapat mendorong pengembangan usaha.

Kemudian terakhir, Kementerian PUPR akan membangun jaringan perpipaan untuk mendukung Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Borobudur dengan kapasitas 30 liter/detik dan 300 Sambungan Rumah (SR), pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS 3R) di 12 Desa yang dilaksanakan melalui program padat karya serta penataan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Piyungan seluas 12,5 Hektar untuk pengelolaan persampahan skala regional.

Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Daerah Istimewa Yogyakarta, Ditjen Cipta Karya juga akan membangun 4 gerbang yakni Gerbang Blondo sebagai pintu masuk dari arah Semarang, Gerbang Palbapang dari arah Yogyakarta, Gerbang Kembanglimus dari arah Purworejo, dan Gerbang Klangon dari arah Kulon Progo. Gerbang tersebut dibangun sebagai penanda fisik pada titik strategis jalur masuk ke Kawasan Budaya Borobudur.

Selain itu dilakukan pemindahan area parkir dan pedagang dari Zona 2 di Kompleks Candi Borobudur seluas 8,4 Hektar ke Zona 3 di Lapangan Kujon seluas 10,74 Hektar. Pekerjaan pemindahan pedagang tercantum dalam Risalah Ratas Presiden No: R-0070/Seskab/DKK/9/2019 tanggal 30 Agustus 2019 Tentang Percepatan Pengembangan Destinasi Borobudur. Kawasan Pasar Seni Borobudur di Kujon akan dilengkapi dengan pelataran, kios cindera mata/kuliner, miltipurpose hall, galeri edukasi, taman batu, lansekap/hutan tanaman langka, ruang kreatif, feeder shuttle, area parkir, dan pendopo.

Canangkan Gerakan Bangun Rumah Subsidi Berkualitas, Kementerian PUPR Latih 3 Ribu Tenaga Kerja Manajemen Konstruksi

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *