Nggak Seperti Rusia, China Disebut Tolak Perjanjian Bilateral soal Pengendalian Senjata Nuklir dengan AS

Diposting pada

19 Mei 2021 12:00 WIB

Perwakilan AS untuk PBB menuding China selama ini tidak bersedia melakukan kesepakatan pengendalian senjata nuklir seperti yang sudah dilakukan oleh Rusia dengan AS

WASHINGTON, JITUNEWS.COM – Perwakilan AS untuk PBB, Robert Wood, mengatakan bahwa China menolak untuk menggelar pembicaraan bilateral dengan Amerika Serikat terkait senjata nuklir, seiring dengan Washington yang tengah mengupayakan upaya untuk mengurangi jumlah senjata nuklir.

“Terlepas dari pihak RRC yang membangun persenjataan nuklirnya secara dramatis, sayangnya mereka terus menolak untuk membahas mengenai pelucutan senjata nuklir secara bilateral dengan Amerika Serikat,” katanya pada Selasa (18/5), dikutip Reuters.

“Sejauh ini, Beijing tidak berniat untuk terlibat atau membentuk sebuah diskusi seperti yang kita lakukan dengan Rusia,” tambahnya.

Jadi Korban Kebrutalan Junta Militer, Lebih dari 800 Warga Sipil Myanmar Tewas

Menanggapi pernyataan perwakilan AS tersebut, Beijing menegaskan bahwa pihaknya sudah siap untuk melakukan dialog dengan Washington.

“Kami siap untuk menggelar dialog postifi dan melakukan pertukaran dengan semua pihak untuk mengeksplorasi kebijakan-kebijakan efektif dalam pengurangan resiko nuklir dan berkontribusi terhadap keamanan strategis,” kata perwakilan China untuk PBB, Ji Zhayou.

Pada awal tahun ini, Rusia dan Amerika Serikat sepakat untuk memperpanjang perjanjian pengendalian senjata New START untuk lima tahun ke depan, dimana kesepakatan tersebut membatasi jumlah senjata nuklir Amerika Serikat dan Rusia.

Australia Tetap Tak Ijinkan Warga ke Luar Negeri meski Sudah Disuntik Vaksin Covid-19

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *