Pegawai KPK Dilantik Jadi ASN pada Hari Lahir Pancasila, Eks Jubir KPK: Apa yang Ingin Dipaksakan?

Diposting pada

Polemik tes wawasan kebangsaan dan penyingkiran 75 Pegawai KPK belum selesai.

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Mantan juru bicara KPK Febri Diansyah menilai pelantikan pegawai KPK menjadi ASN pada 1 Juni 2021 atau bertepatan hari lahir Pancasila terkesan dipaksakan.

Febri menyesalkan tak ada upaya penyelesaian atas polemik tes wawasan kebangsaan (TWK) dan penyingkiran 75 pegawai berintegritas.

“Apa yang ingin dipaksakan dari pelantikan Pegawai KPK pada 1 Juni 2021 nanti? Sementara polemik tes wawasan kebangsaan dan penyingkiran #75PegawaiKPK belum selesai,” ujarnya di akun Twitter @febridiansyah, dikutip Senin (31/5).

KPK Segera Panggil Anies, Ferdinand: KPK Bergerak Lebih Cepat Tanpa Novel Baswedan

Padahal, lanjut Febri, UU No.19 Tahun 2019 mengatur jangka waktu maksimal Pegawai KPK jadi ASN 2 tahun sejak UU berlaku, yakni 17 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Febri mengapresiasi dukungan pegawai KPK yang lolos tes TWK terhadap 75 orang yang disingkirkan.

“Saya menghormati sikap ratusan pegawai KPK. Sekalipun mereka dinyatakan lulus TWK, tapi tetap mendukung #75PegawaiKPK yang disingkirkan,” tuturnya.

Menurut Febri, dukungan tersebut bukan sekadar solidaritas sebagai teman, melainkan solidaritas dalam pemberantasan korupsi.

“Kita paham, ini bukan soal lulus/tidak, tapi tes yang bermasalah,” tuntasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengungkapkan,  pemilihan hari pelantikan pegawai KPK sebagai ASN pada 1 Juni 2021 atau bertepatan pada hari lahir Pancasila untuk menunjukkan bahwa pegawai KPK seorang Pancasilais.

“Untuk memperingati dan menghormati Hari Lahir Pancasila, sehingga secara simbolik untuk menyatakan bahwa pegawai KPK Pancasilais,” kata Ghufron dalam keterangan tertulis, Minggu (30/5).

Koruptor Dibina Pegawai Ditendang, Febri Diansyah ke KPK: Logika Woy!

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *