Pimpinan KPK Dinilai Langgar Kode Etik Dewas, ICW: Segera Sidangkan!

Diposting pada

27 Mei 2021 04:30 WIB

Kurnia menilai pimpinan KPK telah mealnggar kode etik Dewas KPK yang tertuang dalam Peraturan Dewas Pengawas nomor I Tahun 2020 Pasal 3 ayat (1).

Ketua KPK, Firli Bahuri saat konferensi pers (Ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW), Kurnia Ramadhana meminta agar Dewan Pengawas (Dewas) KPK segera menyidangkan laporan yang ditujukan kepada pimpinan KPK usai memberhentikan 51 pegawai yang dinyatakan tidak lolos menjadi aparatur sipil negara (ASN).

“Karena laporan ini sudah masuk ke dewan pengawas, harusnya dewan pengawas segera meminta klarifikasi, bahkan menyidangkan pimpinan KPK,” kata Kurnia Ramadhana dalam konferensi pers secara daring, Rabu (26/5/2021).

Kurnia menilai pimpinan KPK telah mealnggar kode etik Dewas KPK yang tertuang dalam Peraturan Dewas Pengawas nomor I Tahun 2020 Pasal 3 ayat (1). Ia menyebut kode etik yang dilanggar antara lain nlai-nilai profesionalisme, sinergi, keadilan, dan integritas.

51 Pegawai KPK Dipecat, Novel Baswedan Curiga Ada Persekongkolan

Oleh karena itu, ia mendesak agar Dewas KPK segera mengevaluasi kinerja pimpinan KPK

“Harusnya ini segera ditindaklanjuti untuk menjadikan lembaga dewan pengawas itu benar-benar adil, benar-benar objektif, benar-benar menjadi menilai atau mengevaluasi kinerja dari pimpinan KPK,” pungkasya.

Diketahui, pimpinan KPK telah memutuskan untuk memberhentikan 51 dari 75 pegawai yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan menjadi aparatur sipil negara (ASN). Sementara 24 sisanya akan dibina untuk menjadi ASN KPK karena berbagai pertimbangan.

 

 

51 Pegawai KPK Dipecat, Novel: Bertentangan dengan Norma Hukum dan Arahan Presiden

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *