Potensi Serangan Hacker terhadap Sistem Layanan Kesehatan Jerman Meningkat

Diposting pada

23 Mei 2021 05:30 WIB

Presiden BSI, lembaga keamanan siber Jerman, mengeluarkan peringatan bahwa potensi serangan siber terhadap fasilitas kesehatan di Jerman mengalami peningkatan dalam beberapa waktu terakhir

BERLIN, JITUNEWS.COM – Presiden lembaga keamanan siber Jerman BSI, Arne Schoenbohm, mengatakan bahwa resiko serangan kelompok peretas atau hacker terhadap fasilitas kesehatan di Jerman mengalami peningkatan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Schoenbohm menjelaskan bahwa potensi serangan siber meningkat secara drastis seiring dengan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) yang tentunya membuat aktivitas digital lebih meningkat selama masa pandemi.

“Banyak (pegawai) perusahaan terpaksa bekerja dari rumah sehingga banyak sistem IT menjadi rentan terhadap serangan siber,” kata Schoenbomh kepada media lokal Jerman, dikutip Reuters.

Joe Biden Yakin Konflik Israel-Palestina Bisa Diselesaikan dengan Cara Ini

Peringatan tersebut ia sampaikan menyusul terjadinya dua insiden serangan siber yang melumpuhkan sistem kesehatan di Irlandia dan jalur pipa di Amerika Serikat pada bulan Mei ini.

Sebelumnya, sistem jalur pipa sepanjang 5.500 mil milik perusahaan AS, Colonial Pipeline Co, terpaksa ditutup setelah mereka mengalami serangan peretasan. Dimana hal tersebut tentu saja mengganggu rantai pasokan bahan bakar minyak di seluruh wilayah pesisir timur AS.

Insiden serangan siber serupa juga dialami oleh operator layanan kesehatan Irlandia, dimana mereka terpaksa mematikan sistem IT milik mereka pada Jumat pekan lalu untuk mencegah serangan ransomware. Hal tersebut mengakibatkan gangguan layanan tes kesehatan Covid-19.

Kanada Perpanjang Pemblokiran Penerbangan Komersial dari India

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *