Presidential Threshold Hambat Kader Parpol Jadi Capres

Diposting pada

24 Mei 2021 21:40 WIB

Penilaian tersebut disampaikan saat LaNyalla menjadi keynote speaker dalam Focus Group Discussion (FGD)

Ilustrasi surat suara Pemilu. (Istimewa)

BANJARMASIN, JITUNEWS.COM-Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan putra-putri terbaik bangsa seharusnya memiliki peluang yang sama dalam pemilihan calon presiden (capres). Namun, peluang tersebut dihambat Presidential Threshold yang mengharuskan capres berasal dari partai politik atau gabungan partai politik dengan ambang batas tertentu.

Penilaian tersebut disampaikan saat LaNyalla menjadi keynote speaker dalam Focus Group Discussion (FGD) bertemakan ‘Amandemen Konstitusi ke-5: Antara Capres Perseorangan dan Presidential Threshold’ di Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Senin (24/5/2021).

LaNyalla mengatakan, akibat Presidential Threshold yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, putra-putri terbaik dari partai politik juga kesulitan untuk maju dalam pencapresan. Kecuali partai yang sangat besar. Sejak adanya Salah satu yang disorot adalah Pasal 222.

Fahri Hamzah Dorong MK Kabulkan Presidential Threshold Nol

“Dalam Pasal 222, disebutkan bahwa pasangan calon diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik peserta pemilu yang memenuhi persyaratan perolehan kursi paling sedikit 20 persen dari jumlah kursi DPR atau memperoleh 25 persen dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya,” jelasnya.

“Padahal sejatinya, dan sudah seharusnya, partai politik lahir dengan tujuan mengajukan kader terbaik untuk berkompetisi dan menunjukkan keseriusannya untuk memimpin dan memperoleh kesempatan yang sama dalam pemerintahan,” kata LaNyalla.

LaNyalla menilai hal ini terjadi karena adanya persoalan yang fundamental di konstitusi hasil Amandemen pertama hingga keempat.

“Oleh karena itu, Amandemen ke-5 seyogyanya mampu melakukan koreksi dan adendum demi kebaikan dan demi mewujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa dan negara ini,” pungkasnya.

Poros Baru Kemungkinan Dipimpin Oleh…

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *