Rusia Ingatkan Erdogan untuk Jaga Jarak dengan Ukraina

Diposting pada

25 Mei 2021 10:14 WIB

Menteri Luar Negeri Rusia meminta pemerintah Turki untuk tidak melakukan tindakan yang dapat meningkatkan sentimen militer Ukraina

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Rusia Vladimir Putin (Al Jazeera)

MOSKOW, JITUNEWS.COM – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov meminta Turki untuk tidak berupaya melakukan sebuah tindakan yang dapat memicu sentimen militer di Ukraina, usai Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada bulan lalu menyatakan dukungannya kepada Kiev ditengah peningkatan aktivitas militer Rusia di perbatasan Ukraina.

Erdogan mengatakan bahwa Turki dan Ukraina yang diketahui merupakan dua negara anggota NATO, telah membangun komunikasi untuk membahas mengenai kerjasama industri pertahanan.

“Kami sangat menyarankan kepada negara sahabat Turki untuk berhati-hati dalam menganalisa situasi dan berhenti meningkatkan sentimen militer pada pihak Kiev,” kata Sergey Lavrov dalam sebuah wawancara pada Senin (24/5) dikutip Reuters.

Pemerintah India Belum berikan Bantuan untuk Pengungsi Myanmar di Mizoram

Ia mengatakan bahwa mendukung tindakan “agresif” Ukraina terhadap wilayah Crimea jelas mengusik integritas wilayah Rusia. Untuk diketahui, wilayah Semenanjung Crimea sendiri sudah diduduki oleh Rusia sejak 2014 lalu.

“Kami berharap Ankara akan melakukan penyesuaian terkait garis batas mereka sesuai dengan kekhawatiran kami,” tegasnya.

Turki, bersama dengan seluruh negara anggota NATO, diketahui mengecam tindakan Rusia meng-aneksasi wilayah Crimea yang sudah diakui oleh komunitas internasional sebagai wilayah Ukraina. Turki juga menyatakan dukungan mereka kepada pihak Ukraina yang tengah berjuang melawan kelompok separatis pro-Moskow.

Turki juga menjual drone militernya kepada Ukraina pada 2019.

Meski demikian, Ankara juga memiliki hubungan dekat dengan Moskow di sejumlah konflik, seperti konflik Suriah, Libya, serta konflik Armenia-Azerbaijan. Ankara juga menjalin kerjasama dengan Moskow di sejumlah sektor, termasuk sektor pertahanan dan energi.

 

Meski Pertempuran Sudah Berakhir, Israel Tetap Akan Berupaya Bunuh Pemimpin Militer Hamas

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *