Rusia Sebut Negara Barat Tak Bisa Move On dari Mentalitas Perang Dingin

Diposting pada

Wakil menteri luar negeri Rusia mengatakan bahwa negara-negara barat tetap mempertahankan mentalitas perang dingin saat berurusan dengan Rusia

MOSKOW, JITUNEWS.COM – Wakil Menteri Luar Negeri Rusia memperingatkan bahwa potensi konflik bersenjata di Eropa saat ini terus meningkat.

Ia mengklaim sejumlah negara Barat terjebak di masa lalu dan tidak dapat keluar dari pola pikir Perang Dingin ketika berurusan dengan Rusia.

Berbicara di sebuah forum hubungan internasional pada Selasa (8/6), Alexander Grushko mengatakan bahwa, “situasi militer di Eropa semakin memburuk dan sedang diperburuk secara artifisial.”

Tuntut Kenaikan Gaji, Puluhan Ribu Perawat di Selandia Baru Mogok Kerja

“Perang Dingin seharusnya tetap di masa lalu, tetapi NATO tidak dapat beradaptasi dengan realitas geopolitik baru dan sejak itu kembali ke akarnya – ke gagasan bahwa ia harus melindungi anggotanya dari ancaman ini dari Timur (Rusia),” ujarnya dikutip RT.com

Grushko menambahkan bahwa negara-negara Barat telah “memaksakan sebuah agenda kepada Rusia yang seharusnya sudah ditinggalkan sejak tahun 1950-an.”

Awal pekan ini, Sekjen NATO Jens Stoltenberg, menyampaikan keprihatinan atas kurangnya dialog yang dilakukan oleh Moskow dan negara anggota NATO. Stoltenberg mendesak kedua belah pihak untuk mengadakan pembicaraan terkait sektor keamanan.

Ia mengklaim jika seruan sebelumnya untuk negosiasi sebagai bagian dari Dewan Rusia-NATO telah ditolak, mantan perdana menteri Norwegia tersebut kemudian mengundang Rusia untuk membangun kembali dialog.

“Kami memiliki banyak hal untuk didiskusikan yang merupakan kepentingan kita bersama,” kata Stoltenberg.

Sebelumnya, pada April lalu, Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, menegaskan bahwa pihaknya tidak tertarik untuk mengambil bagian dalam pembicaraan bilateral dengan NATO.

“Rekan kami Tuan Stoltenberg menyatakan bahwa Rusia menolak untuk bekerja di Dewan Rusia-NATO,” kata Lavrov.

“Kami tidak menolak untuk bekerja sama, kami hanya tidak ingin duduk di sana dan mendengar tentang Ukraina,” tambahnya.

“NATO tidak ada hubungannya dengan Ukraina … namun ketika mereka menawarkan untuk mengadakan Dewan Rusia-NATO, mereka selalu bersikeras bahwa pertanyaan pertama harus tentang Ukraina,” tukasnya.

Cegah Aliran Imigran Ilegal, AS Bakal Bantu Bangun Lapangan Kerja di Meksiko

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *