Sesalkan Kerumunan di Tempat Wisata, Pakar: Kembali PSBB Ketat!

Diposting pada

16 Mei 2021 15:30 WIB

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menilai kebijakan PPKM mikro tidak efektif untuk mengendalikan kasus Covid-19 pasca libur lebaran.

Kerumunan di Ancol pada hari kedua lebaran (ist)

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah menyayangkan kerumunan yang terjadi di sejumlah tempat wisata imbas libur panjang lebaran 2021. Ia menilai pemerintah lebih mengutamakan kepentingan ekonomi daripada kesehatan masyarakat.

“Memang diabaikan. pemerintah harus konsisten, seharusnya pemerintah mencegah. Kita tidak menghendaki Covid-19 hilang, tapi paling tidak terkendali, jadi kita minta pembatasan. Pemerintah harus buat kebijakan yang lebih utamakan kesehatan publik,” kata Trubus seperti dilansir CNNIndonesia.com, Minggu (16/5/2021).

Trubus mengatakan bahwa pemerintah harus siap menanggung resiko peningkatan kasus Covid-19 akibat libur lebaran. Meski demikian, ia meminta agar pemerintah gencar meningkatkan 3 T yakni melaksanakan tes (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan perawatan (teatment).

Menteri Bahlil Membuka Harapan Baru Investasi Kesehatan

“Kalau 3T berjalan bersama di pusat dan daerah, dan akan terjadi lonjakan kasus Covid-19 yang dahsyat itu harus diterima sebagai risiko karena (libur panjang) Natal dan Tahun Baru kemarin begitu juga,”ujarnya.

Lebih lanjut, Trubus mendesak agar pemerintah menerapkan kembali kebijakan Pembatasan Sosil Berskala Besar (PSBB) ketat. Ia menilai kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mkro tidak efektif untuk mengendalikan kasus Covid-19 pasca libur lebaran.

“Kembali PSBB wilayah, kalau PPKM mikro dasarnya lokal. Sudah masif tidak perlu lagi bedakan zona merah dan kuning, PSBB ketat,” pungkasnya.

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19 Saat Arus Balik, Pemerintah Siapkan 21 Lokasi Tes Swab

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *