Tak Berlakukan Darurat Sipil, Mahfud Anggap Persoalan Teroris di Papua Tidak Terlalu Besar

Diposting pada

Mahfud mengatakan bahwa konflik di Papua belum selesai hingga saat ini karena pendekatan yang diambil adalah pendekatan dialog.

JAKARTA, JITUNEWS.COM – Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam,), Mahfud Md mengatakan bahwa persoalan teroris di Papua tidak terlalu besar. Oleh karena itu, pemerintah, kata Mahfud, belum menerapkan darurat sipil di bumi cendrawasih itu.

“Satu pemerintah belum pernah sampai saat ini berpikir untuk memberlakukan darurat sipil, keadaan darurat sipil apalagi darurat militer, darurat sipil juga ndak. Karena kita menganggap ini sebenarnya tidak terlalu besar, orang-orangnya teridentifikasi sehingga kita sebut orang itulah terorisnya, bukan Papua terorisnya, bukan juga organisasi Papua karena di Papua,” kata Mahfud Md dalam konferensi pers di Kemenko Polhukam, Rabu (19/5/2021)

Mahfud menjelaskan bahwa terdapat tiga kelompok di Papua. Dua diantaranya bisa diajak dialog dengan pemerintah Indonesia, sementara satunya harus ditindak secara hukum.

Tengku Zulkarnain Meninggal, Mahfud: Saya Sudah Rindu

“Satu gerakan politik yang memang menyatakan saya ingin Papua begini, bahkan ada yang menyatakan Papua merdeka, ayo kita berembuk, kita pendekatannya kesejahteraan dan kedamaian. Yang kedua kelompok clandestine, clandestine juga kita ajak berembuk, tapi yang ketiga ini, yang kecil dan ada nama-namanya itu yang kita sebut teroris jadi yang besar itu yang 90 persen mari kita ajak berembuk itulah makanya presiden menurunkan inpres,” kata Mahfud.

“Kalau melakukan tindakan pengacauan itu meresahkan masyarakat merusak objek vital, nyembelih orang di tengah jalan, dokter dibakar pegawai KPU disembelih di tengah jalan. Nah yang gitu-gitu, apalagi bandara diganggu, pesawat dibakar, rumah orang dibakar sekolah dibakar, nah itu yang teroris memenuhi unsur UU Nomor 5 Tahun 2018,” kata Mahfud.

Lebih lanjut, Mahfud mengatakan bahwa konflik di Papua belum selesai hingga saat ini karena pendekatan yang diambil adalah pendekatan dialog.

“Memang sudah puluhan tahun kita menangani ini nggak selesai-selesai. Ya karena kita perlu karena kita mau pendekatannya dialog dulu, dialog dialog dialog. Kita tidak punya target pokoknya selama itu ada, aparat keamanan penegakan hukum akan terus bekerja,” pungkasnya.

Komandan KKB Tewas Ditembak Aparat

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *