WHO Sebut 200 Ribu Warga Palestina Perlu Bantuan Kesehatan

Diposting pada

3 Juni 2021 19:14 WIB

WHO meminta semua pihak untuk memberikan akses untuk pendistribusian bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza

Serangan roket Israel membuat ribuan warga Gaza kehilangan tempat tinggal (dok jitunews)

JENEWA, JITUNEWS.COM – Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa hampir 200 ribu warga Palestina kini sangat memerlukan bantuan kesehatan dimana konflik yang terjadi telah memperburuk situasi krisis kemanusiaan di wilayah tersebut.

“Lebih dari 77 ribu orang kehilangan tempat tinggal dan sekitar 30 fasilitas kesehatan telah rusak,” demikian pernyataan tertulis WHO, dikutip Al Jazeera.

WHO juga mengatakan bahwa pihaknya kini “meningkatkan skala respon untuk menyediakan bantuan kesehatan bagi hampir 200.000 warga” Palestina yang memerlukan, di seluruh wilayah Palestina yang diduduki oleh Israel, termasuk wilayah Tepi Barat.

Otoritas Layanan Kapal Ferry AS Jadi Sasaran Serangan Hacker

“WHO tetap khawatir…dan meminta akses tanpa hambatan untuk pasokan terkait dengan bantuan kemanusiaan dan pembangunan serta staf ke Gaza dan rujukan pasien keluar dari Gaza kapan pun diperlukan,” kata Rik Peeperkorn, salah satu pejabat WHO.

Sementara itu, kepala Komisi Palang Merah Internasional Robert Mardini meminta komunitas internasional untuk memberikan donasi hingga USD 16 juta bagi warga yang tinggal di jalur Gaza.

“Ketakutan, kecemasan dan stres adalah kata kunci yang berulang kali saya dengar hari ini,” kata Robert Mardini saat berkunjung ke sejumlah wilayah Gaza yang hancur karena serangan roket dari Israel.

“Bahkan jika eskalasi (pertempuran) berlangsung lebih pendek dari situasi yang terjadi, ini tetap memerlukan beberapa tahun untuk membangun kembali apa yang sudah hancur dalam sebelas hari (konflik),” tambahnya.

“Sementara itu, kita benar-benar perlu melangkah untuk meningkatkan respon (bantuan) kemanusiaan di jalur Gaza dalam waktu singkat,” tukasnya.

Tindak Kekerasan terhadap Petugas Medis di India Semakin Meningkat

Source link

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *